Kamis, 09 Oktober 2014

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang

Fakultas Hukum! JUSTICE FOR ALL! JUSTICE FOR ALL! JUSTICE FOR ALL!
Hahaha.. flashback pesmaba ya.
Saya memilih Fakultas Hukum karena saya ingin menjadi penegak hukum. Melihat Hukum di negara kita sudah tidak imun lagi.
Di Fakultas Hukum saya benar-benar diajarkan mengenai hukum yang ada di dalam negeri sampai luar negeri. Menurut orang-orang awam diluar sana hukum adalah Undang-undang. Itu tidak salah, tapi itu kurang tepat. Hukum bukan melulu soal Undang-undang.

Mahasiswa Fakultas Hukum cerdas-cerdas dan juga ce-re-wet. Tapi disini bukan cerewet membicarakan hal-hal yang tidak penting. Kita disini ce-re-wet dalam arti selalu berbicara secara ilmiah mengenai hukum. Kami sangat menyukai perdebatan.

Dosen-dosennya juga, ramah-ramah tapi ada juga yang sangat killer. Tapi saya tau itu membangun mental kita kedepan.

Saya tidak salah memilih fakultas hukum. Bangga sekali rasanya.
JUSTICE FOR ALL!

Kampus Putih kebangganku

Terima kasih sudah menyempatkan diri mengunjungi blog saya yaaa..
Kali ini saya akan membahas apa yang sudah anda baca pada judul di atas. Ya! Kampus Putih alias Universitas Muhammadiyah Malang.

Senang sekali rasanya bisa masuk di Universitas ini. Punya kebanggaan tersendiri terhadap Universitas Muhammadiyah Malang. Prestasinya, fasilitasnya, dosennya, mahasiswa-mahasiswanya, letaknya, suasananya, pokoknya di Universitas ini saya betah berlama-lama. Haha

Universitas Muhammadiyah adalah salah satu Universitas swasta terbaik di Jawa Timur. Universitas yang sangat luas dan assri.

Fasilitas untuk mahasiswa-mahasiswanya keren dan sangat mengikuti jaman. Tidak kalah dengan Universita-universitas lain. Bangunan yang sangat megah. Waaaaaa... Apalagi kita bisa gowes mengelilingi kampus. Karena kampusnya sangat luas ya, jadi capek kalau harus jalan kaki. Alhamdulillah bisa bersepeda ria disini hehehe

Universitas Muhammadiyah Malang ini sudah terkenal dimana-mana. Apalagi prestasinya. Banggaaaaaa...

Universitas Muhammadiyah sudah terakreditasi A dong. Keren kaaaannn. Biasanya orang-orang diluar sana menganggap Universitas swasta selalu kalah dengan Universitas Negeri. Tapi beda lagi dengan Universitas Muhammadiyah yang (((terakreditasi A)))

Cukup sekian postingan saya tentang Universitas Muhammadiyah Malang.. Terima kasih

Makanan Khas Kota Pasuruan

Menyebut kupang, terdengar seperti nama daerah di Indonesia bagian timur. Ah bukan, yang sedang kita bahas tak ada kaitannya dengan itu. Ini ihwal jenis kuliner khas daerah pesisir yang ada di Pasuruan. Makanan sedap berkuah yang berbahan dasar hewan laut berukuran kecil bernama kupang.
Kupang
sekilas bentuknya memang hampir mirip dengan kerang, hanya saja ukurannya lebih mungil. Kupang juga punya cangkang. Tapi lebih tipis.
Hmmmm, disajikan di piring bersama lontong dan kuah bumbu petis. Rasanya ada manisnya, juga ada sedikit kecut yang berasal dari jeruk nipis. Bagi yang suka pedas, bisa juga meminta ditambah cabe rawit. Sensasi rasanya pun menjadi lebih nikmat. Perpaduan antara manis, asam, dan pedas.
Kupang lontong ini merupakan makanan khas Pasuruan. Ada banyak penjual kupang lontong yang bertebaran di situ. Salah satu yang terkenal adalah warung milik Bu Ning. Berlokasi di Pasar Kraton Pasuruan. Berjarak sekitar 10 Km dari pusat Kota Pasuruan. Bila anda bepergian dari arah Surabaya menuju Probolinggo, Jember, Lumajang maka anda akan melewati pasar Kraton ini. Ada di sebelah kiri jalan. Buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 22.00.
Begitu duduk di warung panjang sederhana di kupang kraton Bu Ning, maka akan ada suguhan khas pendamping lainnya. Mulai dengan sate kerang, tahu goreng dan lentho. Lentho adalah sejenis gorengan yang terbuat dari kedelai (kacang tolo) dan parutan singkong, serta kelapa. Sangat nikmat dan patut dicoba. Apalagi harganya sangat terjangkau.
Bahan utama yang digunakan dalam makanan ini adalah kupang. Yaitu hewan laut semacam kerang, bentuknya kecil sekira 3-5 milimeter. Kupang adalah hewan yang hidup hanya di laut, warna tubuhnya coklat agak pucat. Kalau dalam kondisi sudah dimasak maka pada bagian kepalanya berwarna hitam.
Di Jawa Timur penangkapan kupang ini bisa ditemui di daerah pesisir utara antara lain di pantai Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan. Kupang yang diolah menjadi sebuah makanan yang khas yang hanya bisa ditemui di sekitar daerah penangkapannya.
Selain kupang lontong Bu Ning, di kawasan Pasar Kraton itu juga ada banyak warung kupang lainnya. Lantaran mudah dicari di daerah Kraton inilah, makanan khas itu disebut dengan Kupang Kraton.
Salah satu hidangan pelengkap untuk kupang adalah sate kerang. Daging kerang yang sudah lepas dari cangkangnya lalu ditusuk dengan lidi. Sate kerang kerap disantap dengan sambel yang terbuat dari petis udang yang dicampur dengan gula merah.
“Sate kerang bisa dimakan sekalian dengan kupang lontongnya. Tapi juga boleh disantap dengan dicocol ke sambel yang bisa diminta ke penjualnya,” kata Khoiron, (28), seorang pembeli kupang Kraton di warung Bu Ning, yang terlihat asyik menyantap kupang lengkap dengan sajian sate kerang.